Rahmat

Rahmat

Dari Abdullah bin ’Amru radhiallahu ‘anhuma, ia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

رِضَى الرَّبِّ فِي رِضَى الوَالِدِ، وَسَخَطُ الرَّبِّ فِي سَخَطِ الْوَالِدِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha orang tua dan murka Allah tergantung pada murka orang tua” (Hasan. at-Tirmidzi : 1899,  HR. al-Hakim : 7249, ath-Thabrani dalam al-Mu’jam al-Kabiir : 14368, al-Bazzar : 2394).

Rahmat Allah mengalahkan murka-Nya. Ini adalah berita gembira bagi hamba yang penuh dosa agar tidak berputus asa dari rahmat Allah. Rahmat Allah begitu luas bagi pelaku dosa yang dapat kita ambil dari nama Allah Al ‘Afwu (Maha Pemaaf) dan Al Ghofur (Maha Pengampun). Jadi janganlah berputus asa dan segeralah bertaubat.

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لَمَّا خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ – هُوَ يَكْتُبُ عَلَى نَفْسِهِ ، وَهْوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ – إِنَّ رَحْمَتِى تَغْلِبُ غَضَبِى »

Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Tatkala Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)

Allah Ta’ala berfirman:

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ.

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua Surga. (QS. Ar-Rahman: 46)

SIAPA TERDUGA TERORIS ?

Apakah laknat Allah bagi orang yang ingkar, bagi orang yang menyembunyikan kebenaran, bagi orang yang zalim, bagi orang yang menyakiti Allah dan rasul-Nya, dan bagi orang yang durhaka kepada Allah dan rasul-Nya?. Apakah orang yang dilaknat oleh Allah itu hidupnya tidak akan lama lagi?. Apa itu mubahalah?. Apakah orang yang dilaknat oleh Allah itu termasuk golongan kafir yang kekal di neraka jahannam?. Apakah orang kafir itu golongan setan?. Apakah setan itu dari golongan jin & manusia?. Apakah setan itu dilaknat oleh Allah?. Apakah laknatullah itu seburuk-buruk pemberian?. Apakah doa orang terzalimi itu pasti dikabulkan oleh Allah?. Apakah orang yang zalim itu salah satunya karena menganiaya dirinya sendiri dengan durhaka kepada Allah?. Apakah musibah & bencana disebabkan karena dosa-dosa yang mereka lakukan?. Apakah janji Allah tidak berlaku bagi orang yang zalim?. Apakah orang yang meninggalkan shalat itu dilaknat oleh Allah?.

Apakah yang menghukum dengan selain hukum Allah itu kafir?. Apakah kafir harbi itu harta & jiwanya halal?. Apakah Allah mewajibkan berangkat berperang dalam suka atau tidak suka?. Apakah Allah mencabut nyawa mashitoh sebelum merasakan rasa sakit kematian?. Apakah Allah memerintahkan kita untuk berperang melawan orang yang tidak taat kepada hukum Allah?. Apakah tobat yang diterima itu karena kebodohan maka mereka itulah yang Allah terima tobatnya?. Siapa yang paling keras siksanya?. Siapa yang paling kekal azabnya?. Siapa yang paling berat hukumannya?. Siapa yang paling benar janjinya?. Siapa yang paling baik perkataannya?. Siapa yang berhak untuk kita takuti?. Apakah inginkanlah kematian itu jika kalian yang benar?. Apakah Allah maha perkasa?. Apakah dosa terhadap manusia itu hanya bisa diampuni oleh orang yang kita zalimi?. Apakah orang yang kembali membawa dosa baginya Neraka Jahannam?. Apakah dosa munafik itu tidak akan diampuni oleh Allah?. Apakah dosa musrik itu tidak akan diampuni oleh Allah?. Apakah orang Islam yang tidak ikut berperang melawan kafir harbi itu termasuk munafik?. Apakah orang munafik itu tempat kembalinya Neraka Jahannam?. Apakah orang munafik itu kekal di neraka jahannam?.

Apakah orang yang berputus asa dari rahmat Allah itu kafir?. Apakah Allah mengazab orang yang tidak mengerti?. Apakah orang yang durhaka kepada Allah & rasul-Nya itu kekal di neraka jahannam selama-lamanya?. Apa itu neraka jahannam, sakaratul maut, azab kubur, padang mahsyar, mati syahid, surga tertinggi, dan 72 bidadari?. Apakah rahmat Allah mendahului murka-Nya?. Apakah mati syahid itu salah satu rahmat Allah?. Apakah ada bom syahid?. Apakah jawabannya ada di internet?.

"Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui," (QS. An-Nahl ayat 43). #AboutWriter

Mimpi

“(Ingatlah), ketika Yusuf berkata kepada ayahnya: Wahai ayahku, sesungguhnya aku bermimpi melihat sebelas buah bintang, matahari dan bulan; kulihat semuanya sujud kepadaku.” Surat Yusuf ayat 4

"Sesungguhnya Allah akan membuktikan kepada Rosul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenarnya (yaitu) bahwa sesungguhnya kamu pasti akan memasuki Masjidil Haram, insya Allah dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala dan mengguntingnya, sedang kamu tidak merasa takut. Maka Allah mengetahui apa yang tiada kamu ketahui, dan Dia memberikan sebelum itu kemenangan yang dekat." (Al Qur'an, 48:27)

“Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ia menjawab: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.” (QS. Ashshaaffaat: 102)

Abdurrahman bin Yahya Al-Mu'allimi juga menambahkan, para ulama telah bersepakat bahwa mimpi tidak bisa dijadikan hujjah (dalil). Jadi mimpi hanyalah sebatas memberi kabar gembira atau peringatan. Di samping itu bisa juga menjadi ibrah (pelajaran) apabila sesuai dengan dalil syar'i yang sahih. Demikian sebagaimana ia tulis dalam  At-Tankiil (2/242).

Nabi SAW sendiri pernah menafsirkan mimpinya maupun mimpi orang lain. Bahkan, Abu Bakar RA pernah menafsirkan mimpi orang lain di hadapan Rasulullah SAW. Ibnu Abbas meriwayatkan, suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah SAW. "Tadi malam aku bermimpi melihat segumpal awan yang meneteskan minyak samin dan madu, lantas kulihat orang banyak memintanya. Ada yang meminta banyak dan ada yang meminta sedikit. Tiba-tiba ada tali yang menghubungkan antara langit dan bumi. Kulihat engkau memegangnya kemudian engkau naik. Kemudian ada orang lain memegangnya dan ia pergunakan untuk naik. Kemudian ada orang yang mengambilnya dan dipergunakannya untuk naik namun tali terputus. Kemudian tali itu tersambung," kisah laki-laki tersebut.

Abu Bakar yang berada di sisi Rasulullah SAW meminta izin untuk menakwilkannya. "Wahai Rasulullah, ayah dan ibuku untuk tebusanmu, demi Allah, biarkan aku yang menakwilkannya," pinta Abu Bakar. Rasulullah SAW pun menyetujuinya.

"Adapun awan, itulah Islam. Adapun madu dan minyak samin yang menetes, itulah Alquran karena manisnya menetes. Maka, silakan ada yang memperbanyak atau mempersedikit. Adapun tali yang menghubungkan langit dan bumi adalah kebenaran yang engkau pegang teguh sekarang ini yang karenanya Allah meninggikan kedudukanmu. Kemudian ada seseorang sepeninggalmu mengambilnya dan ia pun menjadi tinggi kedudukannya. Ada pula orang lain yang mengambilnya dan terputus, kemudian tali itu tersambung kembali sehingga ia menjadi tinggi kedudukannya karenanya," papar Abu Bakar.

Kemudian, Abu Bakar RA pun meminta pembenaran kepada Rasulullah SAW apakah takwilan mimpinya benar atau tidak. Nabi SAW membenarkan sebahagiannya dan menyalahkan sebahagian yang lain. "Demi Allah ya Rasulullah, tolong beritahukanlah kepadaku takwil mana yang salah?" pinta Abu Bakar. Nabi SAW mengingatkan, "Janganlah engkau bersumpah," (HR Bukhari).

Hadis sahih ini menjadi dalil bolehnya menceritakan mimpi kepada orang lain, meminta untuk ditafsirkan mimpinya, serta bolehnya untuk menafsirkan mimpi orang lain. Namun, Nabi SAW memberikan kaidah-kaidah mimpi apa saja yang boleh ditafsirkan.

Dalam riwayat Auf bin Malik, Nabi SAW membagi tiga kriteria mimpi yang dialami manusia. Pertama, mimpi buruk atau menakutkan yang datang dari syetan dan membuat sedih. Kedua, mimpi yang menggelisahkan seseorang ketika terjaga dan terus terbawa dalam mimpinya. Ketiga, mimpi yang menjadi isyarat dari 46 bagian kenabian. (HR Ibnu Abi Syaibah dan Ibnu Majah).

Secara ringkas, hadis dari Abu Hurairah RA menyebutkan, "Mimpi itu ada tiga macam; bisikan hati, ditakuti setan, dan kabar gembira dari Allah." (HR Bukhari).

Bukti kebenaran mimpi dinyatakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. dengan firman-Nya yang bermaksud : “Sesungguhnya Allah akan buktikan mimpi itu benar kepada Rasul-Nya, kamu akan masuk Masjidil Haram jika dikehendaki Allah dengan aman”
(Surah al-Fath ayat 27)

Rasulullah SAW bersabda,” Jika zaman itu telah dekat (kiamat) , banyak mimpi orang beriman tidak bohong. Dan, sebenar benar mimpi di antara kalian adalah mimpi orang yang paling jujur dalam perkataan.” (HR Muslim). #AboutWriter

Bertanyalah

Bacalah Al-Qur'an Beserta Artinya.

"Bacalah kitabmu, cukuplah dirimu sendiri pada hari ini sebagai penghisab atas dirimu”
(Al-Isra' : 14)

Bertanyalah kepada orang yang berpengetahuan jika kamu tidak mengetahuinya.

"Dan Kami tidak mengutus sebelum engkau (Muhammad), melainkan orang laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan jika kamu tidak mengetahui," (QS. An-Nahl ayat 43)

Tentang Dusta

Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta. (yaitu) orang-orang yang terbenam dalam kebodohan dan kelalaian. mereka bertanya, “Kapankah hari pembalasan itu?” (Hari pembalasan itu) ialah pada hari ketika mereka diazab di dalam api neraka. (Dikatakan kepada mereka), “Rasakanlah azabmu ini. Inilah azab yang dahulu kamu minta agar disegerakan.” (Q.S. Adz-Dzaariyat : 10-14)

“Celakalah bagi orang yang berbicara lalu berdusta untuk membuat orang lain tertawa. Celakalah dia, celakalah dia.” (HR. Abu Daud At-Tirmizi)

”Ahli neraka ada lima golongan yaitu orang yang lemah yang tidak peduli dengan sesamanya, para pengkianat, penipu yang memperdaya keluarga dan harta orang lain, kikir dan pendusta, serta orang yang berakhlak tercela (HR Muslim)

”Katakanlah:”Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kebohongan terhadap Allah tidak beruntung”. (QS. Yunus: 69)

“Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta” [QS Adz Dzaariyaat:10]

Neraka Jahannam

Musibah dan bencana disebabkan karena dosa-dosa yang mereka lakukan.
“Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana yang menimpamu, Maka dari dirimu sendiri.” (QS. An Nisaa`: 79)

“Telah Nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).” (QS. Ar-Rum : 41)

“Maka masing-masing (mereka itu) Kami siksa disebabkan dosanya, maka di antara mereka ada yang Kami timpakan kepadanya hujan batu krikil, dan di antara mereka ada yang ditimpa suara keras yang mengguntur (halilintar), dan di antara mereka ada yang Kami benamkan ke dalam bumi, dan di antara mereka ada yang kami tenggelamkan, dan Allah sekali-kali tidak hendak menganiaya mereka, akan tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri.” (Qs. Al-Ankabut: 40)

“Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”(QS. Asy Syuuraa: 30)

“dan siksaan itu Tiadalah jauh dari orang-orang yang zalim.”(QS. Huud: 83)

“Tiba-tiba datanglah kepadanya adzab Kami pada waktu malam dan siang.” (QS. Yunus: 24)

“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.” (QS. Al-Israa’: 16)

“Dan demikianlah Kami adakan pada setiap negeri penjahat penjahat yang terbesar agar mereka melakukan tipu daya dalam negeri itu.” (QS. Al-An’aam: 123)

“Dan barangsiapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan Mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.”(QS.Thaha:124)

“Maka berilah peringatan, karena sesungguhnya engkau (Muhammad) hanyalah pemberi peringatan.” (QS.al-Ghasyiyah:21)

Tafsir Surat Az Zukhruf Ayat 74-80

74. Sungguh, orang-orang yang berdosa itu kekal di dalam azab neraka Jahannam.

75. Tidak diringankan (azab) itu dari mereka, dan mereka berputus asa di dalamnya.

76. Dan tidaklah Kami menzalimi mereka, tetapi merekalah yang menzalimi diri mereka sendiri.

77. Dan mereka berseru, "Wahai (malaikat) Malik! Biarlah Tuhanmu mematikan kami saja.” Dia menjawab, "Sungguh, kamu akan tetap tinggal (di neraka ini).”

78. Sungguh, Kami telah datang membawa kebenaran kepada kamu, tetapi kebanyakan di antara kamu benci pada kebenaran itu.

79. Ataukah mereka telah merencanakan suatu tipu daya (jahat), maka sesungguhnya Kami telah berencana (mengatasi tipu daya mereka).

80. Ataukah mereka mengira, bahwa Kami tidak mendengar rahasia dan bisikan-bisikan mereka?Sebenarnya (Kami mendengar), dan utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) selalu mencatat di sisi mereka.

Terjemah Surat Al Jinn Ayat 20-25

20. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya aku hanya menyembah Tuhanku dan aku tidak mempersekutukan sesuatu pun dengan-Nya.”

21. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak kuasa menolak mudharat maupun mendatangkan kebaikan kepadamu.”

22. Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang dapat melindungiku dari (azab) Allah dan aku tidak akan memperoleh tempat berlindung selain dari-Nya.”

23. (Aku hanya) menyampaikan (peringatan) dari Allah dan risalah-Nya. Dan barang siapa mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya dia akan mendapat (azab) neraka Jahannam, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.

24. Sehingga apabila mereka melihat (azab) yang diancamkan kepadanya, maka mereka akan mengetahui siapakah yang lebih lemah penolongnya dan lebih sedikit jumlahnya.

25. Katakanlah (Muhammad), "Aku tidak mengetahui, apakah azab yang diancamkan kepadamu itu dekat ataukah Tuhanku menetapkan waktunya masih lama.”

Terjemah Surat Al Jinn Ayat 26-28

26. Dia mengetahui yang gaib, tetapi Dia tidak memperlihatkan kepada siapa pun tentang yang gaib itu.

27. Kecuali kepada Rasul yang diridhai-Nya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (malaikat) di depan dan di belakangnya.

28. Agar Dia mengetahui, bahwa rasul-rasul itu sungguh telah menyampaikan risalah Tuhannya, sedang ilmu-Nya meliputi apa yang ada pada mereka, dan Dia menghitung segala sesuatu satu persatu.