Pages

4 Dec 2011

Kasih Sayang Tanpa Pamrih

Aku tinggal di rumah nenek ku dari ibu sejak lahir hingga dewasa. Ada 6 orang yang termasuk anggota keluarganya, yaitu aku sendiri, ibu ku, 2 orang paman ku, kakek dan nenek ku dari ibu.

Kata ibu ku mereka menyayangi ku dan suka merawat ku ketika aku masih sangat kecil. Aku tidak ingat masa kecil ku sebelum masuk TK (Taman Kanak-kanak), aku hanya ingat masa kecil ku ketika masa TK dan setelahnya itu pun hanya sedikit, hanya peristiwa-peristiwa yang berkesan dalam hidup ku.

Selain orang tua ku ada 4 orang yang menyayangi ku, merawat ku, membelai ku, mendidik ku, mengajari ku, bahkan sampai benar-benar bisa menggantikan figur, peran, dan kewajiban seorang ayah yaitu menafkahi ku di rumah nenek ku dari ibu.


Keempat orang itu adalah Alm. Wawan Kurniawan sebagai paman ku, Alm. Dede Kusnadi sebagai paman ku, Alm. Nanang Suhanang sebagai kakek ku, Alm. Ena Haerani sebagai nenek ku, semuanya adalah keluarga ku dari pihak ibu. Alm. kakek dan Alm. nenek ku dari ibu dikaruniai 3 orang anak yang sempat hidup hingga dewasa karena ada yang meninggal ketika bayi, yang pertama atau dari yang paling tua adalah Alm. Wawan Kurniawan, Alm. Dede Kusnadi, dan ibu kandung ku.

Keempat orang ini yang sempat menyayangi ku mereka telah tiada kecuali ibu ku yang masih ada, ketika aku kelas 2 SMP, aku telah kehilangan 4 orang yang menyayangi ku. Aku merasa kehilangan orang-orang yang menyayangi ku selain orang tua ketika aku kecil, orang yang pergi meninggalkan ku yang pertama adalah paman ku yang bernama Alm. Wawan Kurniawan, sebenarnya paman ku yang pertama ini sejak aku TK (Taman Kanak-kanak) tidak ada kabar beritanya sama sekali, beliau meninggalkan rumah tanpa pamit alias kabur dari rumah setelah sebelumnya terjadi konflik alias adanya pertengkaran dengan orang tuanya, karena paman ku yang satu ini ingin kuliah ke luar negri tetapi tidak dikuliahkan ke luar negri oleh orangtuanya kata ibu ku, karena alasan Alm. kakek dan nenek ku tidak mampu untuk membiayainya. Beberapa hari kemudian setelah pertengkaran dengan orangtuanya yang menjadi kakek dan nenek ku ini tidak mendapati paman ku di kamarnya, kemudian nenek ku menemukan sebuah surat di atas kasur tempat tidur paman ku ini yang berisikan bahwa intinya paman ku ini meninggalkan rumah alias kabur, karena aku tidak tahu tepatnya isi dari surat itu, aku hanya tahu cerita ini dari ibu ku secara tak sengaja ketika sedang mengobrol.

No comments: