Rumahku Istanaku

Oleh: Rizky Fauzi
Ruangan yang gelap-gulita ketika malam tiba. Dalam pekatnya malam ketika waktu menunjukkan pukul 11.00 malam ku bercerita lewat cerpen ini, aku akan menceritakan tentang rumah ku adalah istana ku.

Di suatu kamar yang sangat gelap-gulita ketika malam tiba, dikeheningan setiap malam karena tidak ada hiburan di kamar ini, saking heningnya sampai-sampai suara detik jam dinding murahan bermerekkan salah satu pembersih lantai ini dapat terdengar jelas yang seakan-akan mengiringi setiap goresan pena ku, suara nyamuk terbang yang hilir mudik mencari darah, suara jangkrik yang memecah kesunyian malam, suara kendaraan yang berlalu-lalang di jalanan padahal rumah ku tidak di pinggir jalan raya, semuanya sangat terdengar jelas. Inilah keadaan kamar ku ketika tengah malam apa adanya tanpa dilebih-lebihkan.

Untuk mengurangi tingkat intensitas kegelapan kamar ini ketika malam, tirai jendela kamar ini tidak pernah ditutup, tirai di kamar ku hanya menjadi pajangan saja tidak pernah digunakan untuk menutup sinar yang masuk.

Kamar ini yag dulunya bekas kamar paman ku…


Pesan moral lawan dan tantang lah rasa takut mu, jika kau hanya diam tanpa mengambil tindakan, rasa takut mu tak akan pernah hilang, rasa takut mu tidak akan berubah ke keadaan yang lebih baik yaitu berkurangnya rasa takut mu. Kita harus mengendalikan rasa takut kita, bukan rasa takut yang mengendalikan kita.

Bersambung…

No comments: