Masa lalumu hitam, masa lalumu buruk mungkin jika diibaratkan seperti air dikubangan yang tidak kemana-mana tetap diam di tempat di lingkungan yang hitam, diinjak-injak oleh sandal dan sepatu yang kotor hingga membuatnya semakin hitam jika diibaratkan manusia mungkin seperti manusia yang punya kelakuan buruk atau hidup di lingkungan yang hitam yang terus menerus melakukannya bagaikan air di kubangan yang semakin keruh.
Pertanyaan muncul, "mau sampai kapan kayak gitu terus?", jika kamu membaca ini berarti kamu masih beruntung masih ada di dunia, masih bisa kembali kepada jalan yang lurus, jadi kembali lah selagi bisa sebelum tidak ada kesempatan lagi, ambil kesempatan itu mumpung kamu diberi kesempatan.
Pertanyaan lagi muncul, "apa ada buku tentang pergaulan, aturannya dan lain sebagainya?", pertanyaan seperti ini pernah ada dalam pikiranku, kemudian petunjuk datang dalam pikiranku dan aku ikuti, akhirnya mungkin jawaban dari-Nya adalah Al-Qur'an, aku mendengarkan Al-Qur'an dalam format audio yang ada artinya dan juga membaca hadist-hadist tentang kesalahanku.
Pertanyaan lagi muncul, "kenapa ada bapak-bapak yang hidupnya benar sementara ada juga bapak-bapak yang hidupnya salah dalam artian kelakuannya buruk, apa yang diketahui oleh bapak-bapak yang hidupnya benar?", pertanyaan seperti ini pernah ada juga dalam pikiranku, mengapa ada bapak-bapak yang hidupnya benar sementara itu ada juga yang kelakuannya buruk, padahal umur mereka tidak beda jauh kelihatannya berarti pengalaman hidupnya juga tidak beda jauh, apa sih yang diketahui oleh bapak-bapak yang hidupnya benar, kalo jawabannya pengalaman hidup sepertinya bukan karena umurnya tidak beda jauh berarti pengalaman hidupnya pun tidak beda jauh, setelah aku pikir-pikir dan melihat kebiasaannya, pada bapak-bapak yang hidupnya benar dia sering mendengarkan ceramah ustad dan Al-Qur'an audio yang ada artinya, aku mendapat petunjuk mungkin inilah jawabannya, bapak-bapak yang benar mengerti tahu banyak tentang perkara agama, mereka mempelajari Al-Qur'an sementara ada bapak-bapak yang masih salah menurutku karena mereka jauh dari agama.
Hidup lah bagaikan air yang mengalir, mereka keluar dari mata air pegunungan yang sangat bersih jika diibaratkan manusia adalah bayi yang baru dilahirkan ke dunia bagaikan kertas putih kelak akan menjadi apa dan bagaimana tergantung kepada siapa dan bagaimana yang akan mengisinya, kembali lagi ke air, air yang tadinya bersih dari pegunungan ibarat manusia yang putih karena pergaulan yang buruk bisa menjadi hitam, ada yang hitamnya ibarat air di kubangan, tetapi ada juga yang hitamnya ibarat air di sungai yang senantiasa hijrah dari lingkungan yang buruk ke lingkungan yang baik yaitu hijrah ke lautan. Beruntung lah orang yang selalu hidup di jalan yang lurus, ada juga orang yang seperti ini.
Jadi intinya jika masa lalumu hitam jangan seperti air di kubangan yang hanya memperkeruh keadaan tapi hijrah lah bagaikan air di selokan yang hitam hingga akhirnya sampai di lautan dan menjadi air laut yang dibutuhkan oleh semua orang untuk menghasilkan garam.
Mungkin akan ada akibat yang ditimbulkan dari masa lalumu yang hitam, mungkin akan muncul pertanyaan:
Bagaimana jika ada orang yang dendam karena masa lalumu yang hitam, padahal kini kamu sudah ada di jalan yang lurus?
Berdoa lah mohon lindungannya, hijrah lah cari tempat aman dan nyaman.
Ada tiga tipe orang, yang pertama orang yang benar-benar memaafkan kesalahanmu bahkan mungkin menganggapnya seperti tidak pernah terjadi. Tipe yang kedua orang yang seperti telah memaafkanmu, dia sangat baik di depanmu, dia dekat denganmu akan tetapi bisa jadi kebaikannya hanya topeng agar orang yang diharapkannya tidak menjauh pergi dan dia merencanakan sesuatu mengharapkan orang yang diharapkannya melakukan kejahatan setelah mereka pancing atau mereka jebak jadi intinya tipe ini baik di depan tapi hanya topeng dan dia masih menyimpan dendam. Tipe yang ketiga, orang yang mengharapkan kamu menjauh pergi dengan sikapnya yang "membuang" dan bisa jadi masih memiliki dendam tapi mengharapkan orang lain yang melakukannya.
Bagaimana jika ada orang yang baik kepadamu tetapi itu hanya topeng karena menginginkan kehancuranmu?
Berdoa lah minta diberikan petunjuk agar topeng kebaikannya dibukakan.
Bagaimana jika ada orang yang ingin menjebakmu dan mengharapkanmu dipenjara karena masa lalumu yang hitam padahal kini kamu sudah ada di jalan yang lurus?
Berdoa lah agar kamu diberikan petunjuk terhadap orang-orang yang ingin menjebakmu dan cara mereka menjebakmu.
Berdoa lah minta diberikan petunjuk mana orang yang benar-benar baik dan mana yang kebaikannya hanya topeng, padahal dia mengharapkan kehancuranmu.
Petunjuk dari-Mu:
Dari Amr bin Al-Ash ra. berkata,
"Ketika Allah azza wa jalla memasukkan Islam ke dalam hatiku, aku
mendatangi Rasulullah SAW untuk memba'iatku. Beliau SAW menjulurkan
tangannya kepadaku. Namun aku berkata, "Aku tidak akan berbai'at dengan
Anda, ya Rasulallah hingga Anda mintakan aku ampunan atas dosaku."
Rasulullah SAW menjawab, "Ya Amr, tidakkah kamu tahu bahwa hijrah itu
menghapus dosa-dosa sebelumnya? Ya Amr, tidakkah kamu tahu bahwa masuk Islam itu menghapus dosa-dosa sebelumnya?" (HR Ahmad)
QS. Al-'Anfal [8] : 38
قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ إِن يَنتَهُوا۟ يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُوا۟ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ ٱلْأَوَّلِينَ
Artinya: Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu: "Jika mereka berhenti
(dari kekafirannya), niscaya Allah akan mengampuni mereka tentang
dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi
sesungguhnya akan berlaku (kepada mereka) sunnah (Allah tenhadap)
orang-orang dahulu".
Allah Ta’ala telah berfirman dalam al qur’an :
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. ( QS. At Tahrim : 8 )
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. ( QS. At Tahrim : 8 )
Allah Subhânahu telah berfirman di dalam ayat yang lain,
وَلَيْسَتْ التَّوْبَةُ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السَّيِّئَاتِ
حَتَّى إِذَا حَضَرَ أَحَدَهُمْ الْمَوْتُ قَالَ إِنِّي تُبْتُ الآنَ وَلا
الَّذِينَ يَمُوتُونَ وَهُمْ كُفَّارٌ
“Dan tidaklah taubat itu diterima Allah dari orang-orang yang
mengerjakan kejahatan (yang) apabila telah datang ajal kepada seseorang
di antara mereka, (barulah) ia mengatakan, ‘Sesungguhnya saya bertaubat
sekarang.’ Dan tidak (pula diterima taubat) orang-orang yang mati sedang
mereka di dalam kekafiran.” [An-Nisâ`: 18]
Allah Ta’ala berfirman mengenai sifat hamba-Nya yang beriman,
وَالَّذِينَ
لَا يَدْعُونَ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ وَلَا يَقْتُلُونَ النَّفْسَ
الَّتِي حَرَّمَ اللَّهُ إِلَّا بِالْحَقِّ وَلَا يَزْنُونَ وَمَنْ
يَفْعَلْ ذَلِكَ يَلْقَ أَثَامًا (68) يُضَاعَفْ لَهُ الْعَذَابُ يَوْمَ
الْقِيَامَةِ وَيَخْلُدْ فِيهِ مُهَانًا (69) إِلَّا مَنْ تَابَ وَآَمَنَ
وَعَمِلَ عَمَلًا صَالِحًا فَأُولَئِكَ يُبَدِّلُ اللَّهُ سَيِّئَاتِهِمْ
حَسَنَاتٍ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا (70) وَمَنْ تَابَ وَعَمِلَ
صَالِحًا فَإِنَّهُ يَتُوبُ إِلَى اللَّهِ مَتَابًا (71)
“Dan orang-orang yang tidak menyembah Rabb yang lain beserta
Allah dan tidak membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya)
kecuali dengan (alasan) yang benar, dan tidak berzina, barang siapa yang
melakukan yang demikian itu, niscaya Dia mendapat (pembalasan)
dosa(nya), (yakni) akan dilipat gandakan azab untuknya pada hari kiamat
dan Dia akan kekal dalam azab itu, dalam keadaan terhina, kecuali
orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka itu
kejahatan mereka diganti Allah dengan kebajikan. dan adalah Allah Maha
Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan orang-orang yang bertaubat dan
mengerjakan amal saleh, maka sesungguhnya Dia bertaubat kepada Allah
dengan taubat yang sebenar-benarnya.” (QS. Al Furqon: 68-71)
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
عن أبي عبدالرحمن عبدالله بن مسعود رضي الله عنه قال حدثنا
رسول الله صلى الله عليه وسلم وهو الصادق المصدوق ” إن أحدكم يجمع خلقه في
بطن أمه أربعين يوما نطفة ثم علقه مثل ذلك ثم يكون مضغة مثل ذلك , ثم يرسل
إليه الملك فينفخ فيه الروح , ويؤمر بأربع كلمات : بكتب رزقه , وأجله ,
وعمله , وشقي أم سعيد . فوالله الذي لا إله غيره إن أحدكم ليعمل بعمل أهل
الجنة حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل
النار , وإن أحدكم ليعمل بعمل أهل النار حتى ما يكون بينه وبينها إلا ذراع
فيسبق عليه الكتاب فيعمل بعمل أهل الجنة
Dari Abu ‘Abdirrahman Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dia berkata, bahwa Rasulullah telah bersabda, – dan beliau adalah orang yang jujur dan dibenarkan –
“Sesungguhnya setiap kalian dikumpulkan penciptaannya dalam rahim
ibunya selama 40 hari berupa nutfah, kemudian menjadi ‘alaqoh (segumpal
darah) selama itu juga lalu menjadi mudhghoh (segumpal daging) selama
itu juga, kemudian diutuslah malaikat untuk meniupkan ruh kepadanya
lalu diperintahkan untuk menuliskan 4 hal: rezeki, ajal, amal dan
celaka/bahagianya. Maka demi Allah yang tiada Ilah selain-Nya, ada
seseorang diantara kalian yang mengerjakan amalan ahli surga sehingga
tidak ada jarak antara dirinya dan surga kecuali sehasta saja, kemudian
ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia melakukan perbuatan ahli
neraka dan ia masuk neraka. Ada diantara kalian yang mengerjakan amalan
ahli neraka sehingga tidak ada lagi jarak antara dirinya dan neraka
kecuali sehasta saja. kemudian ia didahului oleh ketetapan Allah lalu ia
melakukan perbuatan ahli surga dan ia masuk surga.” (Diriwayatkan oleh Al Bukhari dalam Bad’ul Khalq)
Dari Abu Hurairah radhiallahu anhu dia berkata, Nabi
shallallahu alaihi wa sallam bersabda,
يَقُولُ اللَّهُ تَعَالَى : أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
وَأَنَا مَعَهُ إِذَا ذَكَرَنِي فَإِنْ ذَكَرَنِي فِي نَفْسِهِ ذَكَرْتُهُ في
نَفْسِي وَإِنْ ذَكَرَنِي فِي مَلأٍ ذَكَرْتُهُ فِي مَلأٍ خَيْرٍ مِنْهُمْ
وَإِنْ تَقَرَّبَ إِلَىَّ بِشِبْرٍ تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ ذِرَاعًا وَإِنْ
تَقَرَّبَ إِلَىَّ ذِرَاعًا تَقَرَّبْتُ إِلَيْهِ بَاعًا وَإِنْ أَتَانِي
يَمْشِي أَتَيْتُهُ هَرْوَلَةً (رواه البخاري، رقم
7405
ومسلم ، رقم
2675
)
“Allah Ta’ala berfirman, 'Aku tergantung
persangkaan hamba kepadaKu. Aku bersamanya kalau dia mengingat-Ku. Kalau dia
mengingatku pada dirinya, maka Aku mengingatnya pada diriKu. Kalau dia
mengingatKu di keramaian, maka Aku akan mengingatnya di keramaian yang lebih
baik dari mereka. Kalau dia mendekat sejengkal, maka Aku akan mendekat
kepadanya sehasta. Kalau dia mendekat kepada diri-Ku sehasta, maka Aku akan
mendekatinya sedepa. Kalau dia mendatangi-Ku dengan berjalan, maka Aku akan
mendatanginya dengan berlari." (HR bukhari, no. 7405 dan Muslim, no. 2675)
Dan juga firman-Nya, “Wahai anak-anakku, pergilah kamu, maka carlah
berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kamu berputus asa dari
rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah
melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf: 87).
“Katakanlah: “Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri
mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.
Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah
Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az Zumar: 53)
Dari Anas radhiyallahu ‘anhu, Saya mendengar Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda, Allah ta’ala berfirman,
“…Hai anak Adam, sungguh seandainya kamu datang menghadapKu dengan
membawa dosa sepenuh bumi, dan kau datang tanpa menyekutukan-Ku dengan
sesuatupun. Sungguh Aku akan mendatangimu dengan ampunan sepenuh bumi
pula.” (HR. Tirmidzi, hasan)
عَنْ
أَبِى هُرَيْرَةَ عَنِ النَّبِىِّ – صلى الله عليه وسلم – قَالَ « لَمَّا
خَلَقَ اللَّهُ الْخَلْقَ كَتَبَ فِى كِتَابِهِ – هُوَ يَكْتُبُ عَلَى
نَفْسِهِ ، وَهْوَ وَضْعٌ عِنْدَهُ عَلَى الْعَرْشِ – إِنَّ رَحْمَتِى
تَغْلِبُ غَضَبِى »
Dari Abu Hurairah, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, ia berkata, “Tatkala
Allah menciptakan makhluk-Nya, Dia menulis dalam kitab-Nya, yang kitab
itu terletak di sisi-Nya di atas ‘Arsy, “Sesungguhnya rahmat-Ku lebih
mengalahkan kemurkaan-Ku.” (HR. Bukhari no. 7404 dan Muslim no. 2751)
“Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan buruk. Itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat”
(QS Hud [11] ayat 114)
(QS Hud [11] ayat 114)
“Pada hari ketika Allah mengumpulkan kamu pada hari pengumpulan, itulah
hari ditampakkannya kesalahan-kesalahan. Dan barangsiapa yang beriman
kepada Allah dan mengerjakan amal saleh, niscaya Allah akan menutupi
kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam surga yang mengalir
di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya selama-lamanya.
Itulah keberuntungan yang besar.”(Q.s. at-Taghabun: 9)
“Kecuali orang-orang yang bertobat, beriman, dan mengerjakan amal
saleh, maka mereka itu kejahatan mereka diganti dengan Allah dengan
kebajikan. Dan Allah itu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (Q.s. al-Furqan: 70)
Senjata orang beriman adalah doa
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda:
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
"Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang puasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Al-Tirmidzi)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpesan kepada Mu'ad bin Jabal saat mengutusnya ke Yaman,
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
"Dan takutlah doa orang terzalimi, karena tidak ada hijab (penghalang) antara ia dengan Allah." (Muttafaq 'Alaih)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2012/09/06/20493/mendoakan-keburukan-untuk-orang-yang-menzalimi/;#sthash.5dIfcaqu.dpuf
ثَلَاثَةٌ لَا تُرَدُّ دَعْوَتُهُمْ الصَّائِمُ حَتَّى يُفْطِرَ وَالْإِمَامُ الْعَادِلُ وَدَعْوَةُ الْمَظْلُوْمِ
"Tiga orang yang tidak akan ditolak doanya: orang puasa sampai ia berbuka, imam yang adil, dan doa orang yang dizalimi." (HR. Al-Tirmidzi)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam berpesan kepada Mu'ad bin Jabal saat mengutusnya ke Yaman,
وَاتَّقِ دَعْوَةَ الْمَظْلُومِ فَإِنَّهُ لَيْسَ بَيْنَهَا وَبَيْنَ اللَّهِ حِجَابٌ
"Dan takutlah doa orang terzalimi, karena tidak ada hijab (penghalang) antara ia dengan Allah." (Muttafaq 'Alaih)
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/tsaqofah/2012/09/06/20493/mendoakan-keburukan-untuk-orang-yang-menzalimi/;#sthash.5dIfcaqu.dpuf
Allah swt telah berfirman:
لا يحب الله الجهر بالسوء من القول إلا من ظلم وكان الله سميعا عليما
” Allah tidak suka seseorang
mengatakan sesuatu yang buruk kepada seseorang dengan terang-terangan
melainkan orang yang dizalimi maka dia boleh menceritakan kezaliman
tersebut ; dan Allah itu maha mendengar dan maha mengetahui.” ( 148 :
an-Nisa)
Dari Abu Hurairah ra. berkata: Rasulullah saw. bersabda:
Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya. (HR Abu Daud dan al-Tirmizi. al-Tirmizi berkata: Hadis hasan)
Ada tiga doa mustajab (dikabulkan) yang tidak ada keraguan di dalamnya, yaitu: doa orang yang teraniaya, doa musafir, dan doa buruk orang tua kepada anaknya. (HR Abu Daud dan al-Tirmizi. al-Tirmizi berkata: Hadis hasan)
No comments:
Post a Comment